Lala dan Dea dari Podcast Udah Gapapa, dalam format tulisan.
Pemikiran Lala dan Dea yang mungkin tak sempat mengudara dalam siniar. Tetap berbicara mengenai bagaimana menormalisasi apa yang kita rasakan dan sama-sama berjuang melewati usia
dua puluhan.
Tentang Kami



Perasaan sebenarnya ada untuk melindungi kita. Kok bisa?
Misalnya, ketika kamu dijambret pasti kamu akan merasa takut dan kaget. Nah, etika kita kaget, ekspresi wajah akan berubah, salah satu nya alis kamu jadi naik. Alis yang naik itu ternyata punya fungsi dalam situasi yang gawat ini, yaitu memperluas lapang pandang kita, sehingga sewaktu dijambret, secara otomatis tubuh akan berusaha untuk menangkap sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan. Untuk apa? Untuk melindungi kita. Kita juga akan merasakan jantung yang berdebar dan refleks lari atau menghindar (fight or flight), dimana semua hal itu terjadi untuk mempersiapkan kita menghadapi bahaya.
​
Seringkali, kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan dengan perasaan kita. Begitu banyak perasaan yang masuk dan kita rasakan datang dan pergi setiap harinya, tetapi apakah kamu sempat untuk berpikir dan berkenalan lebih jauh dengan perasaan itu sendiri? Kalau tidak, yuk kita mikir bersama-sama!
​
Mari diskusi seluas-luasnya tentang berbagai fenomena dan problematika sehari-hari dan bagaimana perasaan dan responmu menghadapinya bersama Udah Gapapa Podcast. Kami hadir dalam rupa siniar yang tayang setiap Jumat pukul 17.00 WIB di Spotify, Anchor, Google Podcast, dan Apple Podcast. Selain itu juga hadir di Instagram dan Quora untuk berinteraksi dengan kalian!
​
Sampai bertemu lagi, dan semoga kita menjadi Sobat Relate seterusnya yaa!
Recent Blog Posts
BOLEH MERASA
Sebuah korner untuk sharing perasaan dan fenomena hidupmu!

OVERTHINKING
Pas cowo aku lagi di kerja di luar kota, aku kepikiran kalo mbak-mbak karyawannya bakal genit semua ke dia. Eh tapi yang genit ternyata malah mas-mas karyawannya!
Jiakh overthinkingnya belum maksimal :(

PUSING DEH!
Mau ikut lomba, mikirnya panjang kali lebar kali tinggi. Mau mulai season baru, jadi insekyur juga. Mau ketemu dosen, jiper sendiri takut dihujat. Mau ketemu keluarga pacar, jungkir balik deh!

CAPEK GAGAL!
Gue benci kegagalan, karena setiap kali gagal, gue harus mengulang semua siklus kecewa-benci diri sendiri-insekyur-refleksi-mengakui kesalahan gue-memaafkan diri gue-mencoba lagi-dan yang terakhir, menyiapkan diri gue untuk gagal lagi. Menurut gue itu siklus yang tidak adil dan melelahkan.

